Polisi: Permainan Kartu Diduga Berisi Barcode Judi Berasal Dari China

Polres Penang Kota Tangerang menindaklanjuti informasi warga terkait kabar adanya situs judi yang terdapat pada permainan kartu anak. Polisi menggeledah dan menyita agen yang menjual kartu permainan anak tersebut.

“Dari hasil pengembangan, sejak awal kami mengidentifikasi TKP di retailer mainan tersebut. Jadi, seperti yang terlihat dari keterangan retailer tersebut, dia membeli satu plan dan membelinya seharga Rp anak-anak.” Rab (28 September 2018). , 2022) Kerja).

Dealer permainan kartu ini tidak mengetahui adanya masalah pada barcode yang ternyata merupakan kode QR di situs judi . Vendor mengatakan mereka hanya menjual mainan anak-anak.

iklan

Gesek untuk melanjutkan konten.

“Saya kira pedagang itu tidak tahu masalah barcode karena dia juga pengecer. Dia juga tidak tahu tentang situs judi atau masalah barcode,” jelasnya.

Di antara pedagang tersebut, polisi menemukan agen di pasar Bengkok, Pindang, dan Celidog. Sang agen mengaku mendapatkan game tersebut di Pasar Bagi, Jakarta Barat.

“Makanya saya jual banyak mainan anak di pasar pagi dan beli di sana. Agen belinya seharga Rp. Dia jual.”

Polisi menduga mainan itu diimpor dari China. Ini karena teks dalam game juga dalam karakter Cina.

Dia berkata, “Karena permainan di pasar pagi berbeda dengan daerah, kami menduga bahwa permainan dengan barcode untuk perjudian juga dibuat di China.

Video “MAKI ke Lukas Enembe: Rakyat Masih Miskin dan Pemimpin Punya Hobi Judi”:

[Gambas: video 20 detik]

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya…

Polisi juga mencoba memindai kode batang. Dari situ muncul nama dan akun, tapi ada juga yang tidak.

“Dalam hasil barcode, ketika scan muncul kepada kami, kami meminta mereka untuk menuliskan nama, akun, dll. Biasanya, ponsel membuka atau membuka aplikasi judi . Namun, banyak barcode yang tidak muncul atau hanya aplikasi MiChat yang muncul.” .

See also  Dua Pria Mencuri Rp 1,9 Miliar Dari ATM Untuk Membeli Kendaraan Judi Online

Sejauh ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Polisi meminta penjual untuk tidak menjual barang yang tidak aman.

Dia menambahkan, “Meskipun ini perkembangannya, kami akan terus menyelidiki apakah ini adalah permainan China. Kami juga menghimbau para pedagang. Kami sangat gugup. Ya, jangan membeli atau menjual lagi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *