Kecanduan Judi Sabu , Anak Buah Prabumulih Merampok Rp 140 Juta

Polisi menangkap M Perhatikan (48) setelah mencuri 140 juta rupee dari uang nasabah bank. Fikri mengaku melakukan perampokan dengan cara meletakkan ranjau darat di jalan karena kecanduan sabu dan judi.

“Taktiknya adalah memasang ranjau parasut di sandal kita dan membiarkannya di jalan dengan ketat di lampu merah,” kata Fikri saat ditangkap di Polsek Jatanras Selatan, Rabu (9/11). 2022).

Peristiwa itu terjadi (7/9) di kawasan pasar Phravomuli Phravomuli, Sumut, Sumsel. Saat itu, mereka sengaja mengejar korban yang menerima uang dari Bank BCA dan akhirnya mengikutinya hingga ke lokasi kejadian.

Sebelum sampai di lokasi kejadian, khususnya salah satu lampu merah, mereka menginjak kaki korban dan memasang ban di depan mobil korban. Hingga mobil korban berhenti di TKP dan pelaku akhirnya membuntuti.

Kemudian “Korban ada 3 orang, dan saat mobil korban berhenti dan 2 orang keluar dari mobil, salah satunya menggunakan handphone di kursi pengemudi. Dia kabur.”

Fikri beraksi bersama tiga rekannya yang sebelumnya ditangkap polisi. Dia mengklaim dia adalah penjahat terakhir yang tidak tertangkap.

“Kami ada empat orang dan saya yang terakhir ditangkap. Selebihnya, Ovan dan Agus Harry, semuanya ditangkap. Ada juga pencurian, narkoba, dan ban kempes,” ujarnya.

Setelah kecelakaan itu, mereka berpisah setelah berhenti di suatu lokasi untuk berbagi hasil kejahatan. Ia mengaku memutuskan untuk kembali bekerja karena kebutuhan finansial. Selain itu, ia kecanduan sabu dan judi.

Pengakuan intelektual bahwa dia berjudi dengan uang perampok dan membeli sabu. Baca halaman selanjutnya..

“Dari Rp 140 juta ini, saya mendapat Rp 35 juta. Saya kehabisan uang dan menghabiskan Rp 15 juta untuk berjudi dan sisanya untuk barang-barang rumah tangga dan narkoba,” katanya. .

See also  Situs Slot Terbaru Mpo

Hal serupa ternyata pernah ia lakukan di Jawa Barat beberapa tahun lalu. Saat itu, ia ditangkap karena melakukan perampokan dengan memecahkan kaca jendela mobil. Di sana ia ditahan selama kurang lebih satu tahun, namun sayangnya hal itu tidak membuatnya jera.

“Saya ditangkap tahun 2014 karena kasus pecahan kaca mobil di Sekambek, Jawa Barat, dan dibebaskan tahun 2015,” ujarnya.

Wakil Direktur Jatanras Bulda Sumsil Kumpul Agus Brihadinika membenarkan Fikri ditangkap pegawai Unit 2 saat bersembunyi di rumahnya di Kecamatan Kertabati Palembang. Menurut Agus, Fikri dan kawan-kawan merupakan pelaku berulang yang juga dikenal sebagai pemain lama.

“Iya, anggota Unit 2 sudah ditangkap. Mereka (pelaku) adalah pemain lama. Masih dalam pemeriksaan lebih lanjut,” kata Agus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *