Hasil Curat Residivis Di Mataram Untuk Nyabu, Judi, Dan Game

Residivis pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) Subandi alias B (24) asal Lingkungan Jempong Barat, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela Kota Mataram, NTB mengaku sengaja mencuri barang-barang berharga untuk beli sabu, main judi, dan game .

“Dari 90 HP yang dicuri itu ada yang rusak lumayan banyak. Saya gak tau berapa banyak. Uangnya dibagi. Kalau saya pakai belanja sabu, mabuk tuak, main judi . Sisanya kasi uang ke istri, ” kata Subandi alias B, Senin (19/9/2022) yang hanya terpaku lemas di kursi roda usai didor polisi.

Menurut Subandi, sebelum beraksi dia selalu memastikan kondisi di sekitar TKP. Setelah aman dan sepi, Subandi bersama U (rekan pelaku yang sudah diamankan) langsung beraksi merusak kunci toko dengan menggunakan linggis dan obeng.

Subandi juga mengaku, saat membobol salah satu apotek pada pertengahan Agustus 2022 lalu, pria asal Kelurahan Jempong Baru ini pun berhasil menggondol uang di sebuah brangkas senilai Rp 11 juta.

“Yang di apotek hanya ambil uang Rp 11 juta. Kalau di Pegadaian itu ambil emas dan uang Rp 9 juta,” kata Subandi.

Uniknya, pelaku yang merupakan residivis curanmor dan sempat menjalani hukuman selama 1 tahun 8 bulan di Mataram ini pun selalu beraksi dengan cara membawa karung.

“Karung itu untuk bawa barang. Ya kita bawa saja. Pernah juga bawa di karung itu Rp 90 juta pas bobol salon Kecantikan waktu itu,” kata Subandi.

Untuk 90 handphone yang digondol Subandi rupanya dia jual ke penadah inisial P (34) yang sudah lama diamankan polisi. penampilannya, Subandi tertipu oleh rekannya inisial U dengan mendapatkan bagian hanya Rp 8 juta dari hasil penjualan 90 handphone seharga Rp 36 juta.

See also  Pria Pecandu Sabu Dan Judi Ditangkap Setelah Membobol Toko Eks Bos Di NTB

“Saya hanya dapat Rp 8 juta. Dibayar Rp 36 juta oleh U ke penadah Pi itu,” ujarnya.

Dia pun mengakui selama menjadi pelaku curat selama kurun waktu hampir 5 tahun, Subandi mengaku bahwa istri sudah lama tahu bahwa uang yang dia berikan adalah merupakan hasil curian.

“Tahu kok. Kan anak saya dua masih kecil-kecil. Ada yang baru kemarin lahir,” pungkas Subandi.

Kini residivis yang sudah mendekam di Rutan kelas II Mataram tahun 2018 dan bebas pada tahun 2020 lalu dibekuk dan ditetapkan sebagai tuduhan kasus curat. Subandi kini diancam pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *