Fakta Baru Tentang Pasangan Jahat Yang Menyiksa ART Memar Di Bandung Barat

Polisi telah mengidentifikasi pasangan yang tidak menyenangkan, Julie Christian, 29, dan Laura Francilia, 29, sebagai tersangka. Keduanya dikatakan telah menahan dan menyiksa seorang pembantu rumah tangga bernama Rahima.

Terungkap, dua Rahima yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga selama lima bulan disiksa. Tim detikJabar merangkum fakta terbaru tentang peristiwa penyiksaan keji terhadap Rohima di kompleks apartemen Bukit Permata, Desa Silam, Kecamatan Ngambra, Kabupaten Bandung Barat.

Faktanya adalah sebagai berikut.

Di mata penduduk setempat, Juli dan Laura dikenal tertutup dan jarang bentrok. Mereka tidak berbaur dengan warga lain sejak menempati rumah orang tua Laura dua tahun lalu.

Saat ditemui Ditik Jabbar, Selasa (11/1/2022), Radit Aji, 45 tahun, mengatakan, “Pemilik (Laura dan Juli) kurang berkomunikasi. Jadi mereka pulang pagi dan pulang. Itu saja. ” ” katanya.

Hanya penduduk desa yang tahu apakah keduanya bekerja sebagai warga sipil. Namun, mereka tidak tahu apa-apa lagi tentang penyiksa ARV.

“Kami hanya tahu mereka bekerja, mereka adalah staf pribadi tetapi kami tidak tahu di mana mereka bekerja. Ya, kami tidak bersosialisasi sama sekali. Berbeda dengan warga lain di sini yang sangat ramah,” kata Radit.

Karena sifatnya yang tertutup, warga tak menyangka akan tega menyiksa ART hingga keduanya membiru dan kini harus dirawat intensif di RS Sartika Aceh.

“Ya, warga tidak berpikir demikian, tetapi mereka sudah curiga sejak lama. Masalahnya adalah seseorang telah melihat keluarga berkali-kali ditinggalkan di bawah sinar matahari, kehujanan dan memar. Tetapi pada saat itu , saya tidak berani melakukan apapun.” kata Rade.

Hingga akhirnya, kecurigaan warga terhadap adanya tindak kekerasan yang dilakukan pasangan ini terbukti. Warga baru bisa mengevakuasi para korban pada Sabtu (29/10/2022) siang. Warga membongkar gembok pagar dan gembok pintu depan rumah.

See also  Slot Mpo Curang

“Sudah lama saya curiga, tapi akhirnya terbukti. Warga terselamatkan karena pemiliknya sudah pindah saat pembobolan,” kata Raddit.

Dilihat dari tangkapan layar dari akun Twitternya, Yulio Kristian telah mencantumkan pekerjaannya sebagai manajer Freebet di profil Facebooknya mulai 28 September 2022.

Wakapolres Cimahi Kompol Niko N Adiputra mengatakan, pihaknya akan mendalami informasi bahwa tersangka Yulio bekerja sebagai petugas judi.

“Tentu akan kami selidiki (tuduhan pengawasan perjudian) karena kami mengusut kasus ini secara keseluruhan,” kata Niko saat ditemui di Mapolres Cimahi, Selasa (11/11/2022).

Dari hasil pemeriksaan sementara, Juli mengaku bekerja sebagai warga sipil di sebuah perusahaan di Balinda, Kabupaten Bandung. Sedangkan istri Juli, Laura Francella, bekerja di sebuah perusahaan real estate di Kabupaten Bandung.

Aksi pasangan ini pertama kali terungkap saat video pemenjaraan dan penyiksaan korban beredar di media sosial. Video klip memperlihatkan warga mendobrak pintu rumah bersama warga Babinsa dan Babinkamtipmas di kompleks apartemen Bukit Permata Desa KBB Ngambra Kecamatan Ngambra RT 04/RW 22 tempat tim ART ditahan.

Seorang wanita yang mendobrak pintu dan berlindung di rumah warga lain muncul. Tubuhnya dipenuhi luka penyiksaan dan matanya jelas memar. Korban disebut berasal dari Garut dari hasil perbincangan antara dirinya dengan warga yang menyelamatkannya.

Kepala Desa Kelam As Muhammad Aswar mengatakan, korban diketahui dianiaya oleh majikannya selama beberapa bulan terakhir. Namun, warga tidak bisa bertindak karena tidak ada bukti yang cukup.

“Sudah tiga bulan laporan (penahanan dan penyiksaan) dilaporkan, karena warga sering terdengar menangis. Bukti-bukti itu akhirnya memperkuat kecurigaan warga,” ujarnya.

Setelah menerima laporan kejadian tersebut, polisi kemudian menangkap pasangan yang menganiaya Rahima tersebut. Sejumlah saksi mata juga dimintai keterangan untuk dimintai keterangan atas kejadian tersebut.

See also  Kecanduan Judi Sabu Slot, Anak Buah Prabumulih Merampok Rp 140 Juta

Kasaterskrim Polsek Chimae, AKP Rzka Vadila mengatakan Minggu (30 Oktober 2022) “Para tersangka yang ditangkap bersamaan dengan pengejaran pidana diamankan warga dengan bantuan Babensa dan Babinkatemepmas kemudian diserahkan ke Polsek Chimae.” .

Akibat ulah majikannya, Rahima langsung dibawa ke RS Sartica Aceh. Ia mengalami luka di sekujur tubuhnya.

“Korban saat ini dirawat di RS Sartika Aci, karena jelas ada luka di sekujur tubuhnya,” kata Lizka.

Setelah melengkapi berkas penyidikan, polisi menetapkan pasangan suami istri KBB Julie Christian dan Laura Francilia sebagai tersangka. Keduanya diamankan di rumahnya pada Sabtu (29/10/2022) setelah warga mengevakuasi Lahima, korban yang terjebak di dalamnya.

Wakil Direktur Kumpul Niku Adiputra Cimahi mengatakan, “YK dan LF menjadi tersangka, dan mereka diamankan karena perbuatannya yaitu melakukan penyerangan terhadap anggota keluarga di rumah atau oleh TKP di salah satu komplek apartemen di Desa Cilame, Kecamatan KBB Ngamprah.” dia berkata. Senin (31 Oktober 2022).

Niko mengungkapkan Juli dan Laura telah melakukan tindak kekerasan selama tiga bulan terakhir dan menahan para korban di Rohima. Diketahui, korban baru mendapat terapi antiretroviral selama 5 bulan.

“Peristiwa itu berlangsung dari Agustus hingga Oktober, sehingga mereka menyiksa para korban berulang kali. Kami masih menyelidiki dalam bentuk apa dan akan mengambil mereka dari waktu ke waktu,” kata Nico.

Rohima sendiri saat ini dirawat di RS Sartika Aceh Bandung. Selain luka fisik, Rahima disebut mengalami trauma psikis selain luka di tubuh. Otopsi mengungkapkan bekas pelecehan di wajah, lengan, dan punggung.

“Kami sudah mengagendakan pemulihan trauma untuk pemulihan psikologis korban penyiksaan. Sekarang mereka menangani luka fisik terlebih dahulu,” kata Niko.

Pasangan itu memohon pengaduan mereka tentang perilaku korban, dan Nico mengatakan bahwa Julio dan Laura menyiksa Rohima dan membuat luka di tubuhnya karena tidak puas dengan pekerjaan korban sebagai anggota keluarga.

See also  Situs Mpo Slot Online

“Misalnya ada kesalahan seperti tidak membersihkan dengan benar, tidak menyetrika dengan benar, tidak mencuci tangan sambil menggendong anak atau menyiapkan makanan,” ujar Nico. Poin pentingnya adalah ketidakpuasan korban terhadap pekerjaannya,” ujarnya.

Korban disiksa menggunakan perabot dapur. Polisi memberikan bukti bahwa tersangka menyiksa korban, antara lain sapu bergagang aluminium, panci teflon, panci, ember, peniti dan peralatan dapur lainnya.

Pihak Nico mengatakan, “Bukti terkonfirmasi diperoleh dari rumah tersangka sehubungan dengan kejahatan tersebut.”

Pengacara Rohima, Asib Mohieldin, mengatakan Rahima bekerja untuk Juli dan rumah Laura selama lima bulan. Rohimah bekerja di Balubur Limbangan, Kabupaten Garut, begitu tetangganya memanggilnya. Tetangga itu menawari Rohima pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga di Bandung.

“Awalnya kami dijanjikan Rp 2 juta, sehingga klien kami menganggap itu tidak cukup untuk mencari nafkah. Akhirnya Pak Rohima menyetujui ajakan tersebut,” ujarnya.

Asib mengatakan, Rahima hanya dibayar tiga bulan gaji untuk lima bulan bekerja. Meski begitu, jumlahnya bukan jumlah yang dijanjikan. Rahima diketahui mendapat penghasilan Rp 1,2 juta di bulan pertama, Rp 1 juta di bulan berikutnya, dan Rp 800.000 di bulan berikutnya.

“Karena jelas kesalahan sekecil apa pun akan memotong gaji Anda Rp 100.000. Misalnya telat menyalakan pompa air atau telat memasak, maka akan didenda. Akibatnya gaji tetap,” kata Asip.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *